Selasa, 20 Januari 2026 - 19:44 WIB
Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kelurahan Kota Parepare, tetap berlangsung aktif dan aspiratif meski di tengah efisiensi.

Artikel.news, Parepare -- Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kelurahan Kota Parepare, tetap berlangsung aktif dan aspiratif meski di tengah efisiensi.
Musrenbang Kelurahan berlangsung tiga hari, Selasa hingga Kamis (20-22/1/2026), setelah Musrenbang RKPD 2027 dibuka secara umum oleh Wali Kota Parepare Tasming Hamid, Senin (19/1/2026).
Pada Selasa, (20/1/2026), Musrenbang berlangsung di tujuh Kelurahan, antara lain, Kelurahan Ujung Bulu, Lompoe, Galung Maloang, Ujung Baru, Ujung Lare, Cappa Galung, dan Sumpang Minangae.
Meski pelaksanaan Musrenbang di tujuh Kelurahan itu secara mandiri atau murni swadaya Kelurahan, namun tidak mengurangi semangat pelaksanaan dan antusiasme peserta yang hadir. Peserta Musrenbang di antaranya para Ketua RT dan RW setempat, LPMK, ditambah para stakeholder. Turut hadir Pemerintah Kecamatan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, perwakilan OPD, serta Bappeda Parepare selaku narasumber.
Kepala Bidang Perencanaan SDM dan Sosbud Bappeda Parepare Syarifullah yang menjadi narasumber di Kelurahan Ujung Bulu menekankan, karena efisiensi anggaran pada 2025, kemudian berlanjut pemangkasan anggaran dari pusat (TKD) pada 2026, sehingga sebagian besar usulan masyarakat belum dapat terakomodir. Namun usulan-usulan tetap diupayakan terakomodir jika pada 2027 kondisi perekonomian membaik.
"Usulan-usulan tetap harus menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, terutama yang berkaitan dengan 18 program unggulan serta mendukung visi misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota menjadikan Parepare Kota Terbaik Sejahtera dan Maju," kata Syarifullah.
Syarifullah dalam kesempatan itu menyampaikan arahan langsung Wali Kota saat pembukaan umum Musrenbang RKPD dan sambutan seragam Kepala Bappeda terkait Musrembang Kelurahan.
Syarifullah mengungkapkan, dalam kondisi efisiensi, Pemkot Parepare melakukan penghematan besar-besaran seperti dengan menghilangkan tunjangan BBM dan belanja operasional lainnya. Belanja lebih diutamakan ke masyarakat.
"Prioritas masyarakat tetap nomor satu. Dan tahun ini masyarakat sudah bisa menikmati seragam dan perlengkapan sekolah gratis mulai TK, SD, SMP, dan SMA. Anggarannya Rp10 miliar sudah siap. Kemudian insentif RT, RW, imam masjid, Babinsa, Bhabinkamtibmas, guru mengaji sudah dinaikkan. Intinya, semua 18 program unggulan menyentuh langsung masyarakat," ungkap Syarifullah.
Syarifullah juga menyinggung tema Musrenbang 2027 yakni Akselerasi Pengembangan Sumber Daya Manusia,
Infrastruktur, dan Digitalisasi Pelayanan Publik serta Pertumbuhan Ekonomi yang Berkualitas dan Inklusif. Tema ini menekankan pada empat kunci yakni percepatan peningkatan kualitas dan daya saing sumber daya manusia, baik aparatur maupun masyarakat, melalui peningkatan akses, mutu, dan relevansi pendidikan dan pelatihan. Infrastruktur dimaknai sebagai pemenuhan dan peningkatan kualitas infrastruktur dasar dan pendukung pembangunan yang berfungsi untuk menunjang pelayanan publik, meningkatkan konektivitas wilayah, mendukung aktivitas ekonomi, serta mendorong pemerataan pembangunan antarwilayah secara berkelanjutan. Digitalisasi Pelayanan Publik dimaknai sebagai transformasi tata kelola pemerintahan dan penyelenggaraan pelayanan publik melalui pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi secara terintegrasi untuk meningkatkan efektivitas, efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas pelayanan kepada masyarakat. Serta Pertumbuhan Ekonomi yang Berkualitas dan Inklusif dimaknai sebagai pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan dan berdaya saing, memberikan manfaat secara adil dan merata bagi seluruh lapisan masyarakat, melalui pengurangan kemiskinan dan pengangguran.
Sementara prioritas pembangunan Parepare pada 2027 diarahkan pada enam prioritas. Pertama, peningkatan kualitas pelayanan dan kualitas sumber daya
manusia yang unggul, produktif, dan berakhlak dasar. Kedua, pengembangan perekonomian daerah serta penciptaan iklim usaha dan iklim investasi yang kondusif. Ketiga, peningkatan kesejahteraan masyarakat, perluasan lapangan kerja, dan penanggulangan kemiskinan daerah. Keempat, peningkatan kualitas infrastruktur daerah. Kelima, peningkatan kualitas lingkungan hidup dan mitigasi bencana. Dan keenam, peningkatan kualitas reformasi birokrasi dan tata kelola
pemerintahan yang transparan dan akuntabel.
Sementara Camat Ujung Andi Mulyadi yang hadir langsung membuka Musrenbanglur Ujung Bulu berpesan agar tetap aktif mengikuti Musrenbang jangan terpengaruh dengan efisiensi. "Usulannya yang tepat sasaran dan bermanfaat. Biar sederhana asal mengena ke masyarakat. Dan terpenting melalui Musrenbang kita bisa mengetahui apa kebutuhan masyarakat," tandas Andi Mulyadi.
Usulan-usulan yang mencuat pada Musrenbanglur seputar pada pelayanan dan infrastruktur dasar, seperti perbaikan jalan dan drainase, pemberdayaan masyarakat, dan bantuan-bantuan.
| Laporan | : | Risal |
| Editor | : | Ruslan Amrullah |